Hakikat Pembelajaran Konstektual

16 Desember 2009 pukul 5:49 am | Ditulis dalam Metodelogi Penelitian, Psikilogi Pendidikan, Teori Belajar | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Pembelajaran kontekstual (CTL) adalah konsep belajar  yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Motto CTL

“students learn best by actively constructing their own understanding”

“Cara belajar terbaik adalah siswa mengkonstuksikan sendiri secara aktif pemahamannya”

Perbedaan Pendekatan Konstektual (CTL) dengan Pendekatan Tradisional (Behaviorisme/Strukturalisme)

NO. Tradisional

CTL

1 Siswa adalah penerima informasi secara pasif. Siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran
2 Siswa belajar secara individu Siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok, diskusi, saling mengoreksi.
3 Pembelajaran sangat abstrak dan teoritis Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan
4 Perilaku dibangun atas kebiasaan Perilaku dibangun atas kesadaran diri
5 Keterampilan dikembangkan atas dasar latihan Keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman
6 Hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor Hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri.
7 Seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman Seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan
8 Bahasa diajarkan dengan pendektan stuktural: rumus diterangkan sampai paham, kemudian dilatihkan Bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif, yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata
9 Rumus/konsep  itu ada diluar diri siswa, yang harus diterangkan, diterima, dihafalkan, dan dilatihkan Pemahaman konsep/rumus dikembangkan atas dasar skemata yng sudah ada dalam diri siswa
10 Rumus/konsep adalah kebenaran absolute(sama untuk semua orang). Hanya ada 2 kemungkinan yaitu pemahaman salah dan benar Pemahaman rumus itu relative berbeda antara siswa yang satu dengan lainnya, sesuai dengan skemata siswa (on going process of development)
11 Siswa secara pasif menerima rumus atau kaidah (membaca, mendengarkan, mencatat, menghafal), tanpa memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran Siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis, terlibat penuh dalam mengupayakan terjadinya proses pembelajaran yang efekif, ikut bertanggung jawab ats terjadinya proses pembelajaran yang efektif, dan membawa skemata masing-masing ke dalam proses pembelajaran.
12 Pengetahuan adalah penangkapan serangkian fakta, konsep, atau hukum yang berada diluar diri manusia Pengetahuan yang dimiliki manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. Menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya
13 Kebenaran bersifat absolute dan pengetahuan bersifat final. Pengetahuan itu tidak pernah stabil, selalu berkembang (tentative & incomplete)
14 Guru adalah penentu jalannya proses pembelajaran Siswa diminta bertanggung jawab memonitor dan mengembangkan pembelajran mereka masing-masing.
15 Pembelajaran tidak memperhatikan pengalaman siswa Penghargaan terhadap pengalaman siswa sangat diutamakan
16 Hasil belajar diukur hanya dengan tes Hasil belajar diukur dengan berbagai cara: proses bekerja, hasil karya, penampilan, rekaman, tes, dan sebagainya.
17 Pembelajaran hanya terjadi di kelas Pembelajaran terjadi di berbagai tempat, konteks, dan setting.
18 Sanksi adalah hukuman dari peilaku jelek Penyesalan adalah hukuman dari perilaku jelek
19 Perilaku baik berdasar motivasi ekstrinsik (dari luar) Perilaku baik berdasar motivasi instrinsik (dari dalam)
20 Seseorang berperilaku baik karena dia terbiasa melakukan begitu. Kebiasan ini dibangun dengan hadiah yang menyenangkan Seseorang berperilaku baik karena dia yakin itulah yang terbaik dan bermanfaat.

Tujuh Komponen CTL

  1. 1. Konstruktivisme (Constructivism)

Dalam proses pembelajaran, siswa membangun (konstruktiv) sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif dalam proses belajar dan mengajar. Siswa menjadi pusat kegiatan (Students center), bukan guru.

  1. 2. Menemukan (Inquiry)

Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat tetapi menemukan sendiri.

Siklus Inquiri:

¨      Observasi (Observation)

¨      Bertanya (Questionng)

¨      Mengajukan dugaan (Hiphotesis)

¨      Pengumpulan data (Data Gathering)

¨      Penyimpulan (Conclussion)

  1. 3. Bertanya (Questioning)

Bertanya merupakan strategi utama pembelajaran CTL untuk mendorong, membimbing, dan menilai kemmpuan berpikir siswa. Questioning dapat diterapkan : antara siswa dengan siswa, antara guru dengan siswa, anatra siswa dengan guru, antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas.

  1. 4. Masyarakat Belajar (Learning Community)

Konsep ini menyarangkan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerjsama dengan orang lain. Hasil belajar diperoleh dari ‘sharing’ antar teman, antar kelompok, dan antara yang tahu ke yang belum tahu. Diruang ini, di kelas ini, di sekitar sini, juga orang-orang yang ada di luar sana, semua adalah anggota masyarakat belajar

  1. 5. Pemodelan (Modeling)

Dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang bisa ditiru. Dalam pendekatan CTL, guru bukanlah satu-satunya model. Siswa yang berpengalaman atau pernah memenangkan lomba tertentu atau orang luar yang didatangkan adalah model.

  1. 6. Refleksi (Reflection)

Refeksi adalah cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir ke belakang tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dimasa yang lalu. Diakhir pembelajaran, guru menyisakan waktu sejenak agar siswa melakukan refleksi berupa :

  1. Pernyataan langsung tentang apa-apa yang diperolehnya pada hari itu
  2. Catatan atau jurnal di buku siswa
  3. Kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran hari itu
  4. Diskusi
  5. Hasil karya
  1. 7. Penilaian Sebenarnya (Authentic Assassment)

Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang biasa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Data yang dikumpulkan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran.

Hal-hal yang bisa digunakan sebagai dasar menilai prestasi siswa :

  1. Proyek/kegiatan dan laporannya
  2. PR
  3. Kuis
  4. Karya siswa
  5. Presentasi atau penampilan siswa
  6. Demonstrasi
  7. Laporan
  8. Jurnal
  9. Hasil tes tulis
  10. Karya tulis

Karakteristik Pembelajaran Berbasis CTL

  1. Kerja sama
  2. Saling menunjang
  3. Menyenangkan, tidak membosankan
  4. Belajar dengan bergairah
  5. Pembelajaran terintegrasi
  6. Menggunakan berbagai sumber
  7. Siswa aktif
  8. Sharing dengan teman
  9. Siswa kritis guru kreatif
  10. Dinding kelas & lorong-lorong penuh dengan hasil karya siswa, peta-peta, gambar, artikel, humor, dll.
  11. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor, tetapi hasil karya siswa , laporan hasil praktikum, karangan siswa, dll.


Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: